hff

Indonesia Jadi Bukti Persatuan dalam Keragaman

VIVA – Kebudayaan adalah salah satu ranah yang diberi perhatian cukup besar dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo. Menurut Jokowi, merawat dan menjaga kearifan lokal budaya Indonesia saat ini sangatlah penting, karena intervensi peradaban Barat dan kebudayaan negara lain sudah sangat mendesak. Bicara kebudayaan, saat ini yang…

Hilmar Farid: Anak Muda Tertarik Sejarah

DIRJEN Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid, 49, mengungkapkan ada energi yang besar dari anak muda saat ini untuk memelajari sejarah. Hal itu, kata dia, bukan melulu dilakukan melalui bangku kuliah, melainkan juga lewat film. “Di luar sana banyak anak muda yang mulai tertarik…

Hilmar Farid: Spirit Perang Tondano Menjaga NKRI

TONDANO- Siang itu Kota Tondano, Minahasa, Sulawesi Utara masih basah karena hujan seharian. Namun ratusan orang sudah berkumpul di balai di Benteng Moraya, Tondano–sebuah situs sejarah pertahanan rakyat melawan kolonialisme Belanda. Seminar Nasional hari itu menghadirkan, DR Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bersama…

Hilmar Farid: Simbol Negara Tidak Hadir Begitu Saja

Jakarta, sumbarsatu.com–Sejarah tak sekadar menghafal tanggal, nama dan peristiwa di masa lalu. Melainkan bisa dipahami melalui simbol-simbol negara, seperti bendera merah putih, lagu Indonesia Raya dan salam kebangsaan. “Harus diakui simbol negara itu kadang luput dari perhatian. Kami ingin mengembalikan lagi ingatan masyarakat akan pentingnya…

Hilmar Farid: Karya Noer Fauzi Rachman, Buku Yang Bisa Dipercakapkan Dengan Teori Di Berbagai Belahan Dunia

“Berbeda dari banyak studi konvensional yang bekerja dengan sekat keilmuan yang ketat, karya Noer Fauzi Rachman ini mengintegrasikan berbagai pendekatan, mulai dari geografi kritis, sejarah sosial, sampai psikologi politik, dengan mempergunakan etnografi dalam penelitian dan penulisannya. Tidak seperti banyak sarjana lain yang membawa bagasi teori mereka…

Hilmar Farid: Lupa Status

Peralihan dari akademikus cum aktivis menjadi pejabat negara adalah persoalan tersendiri bagi Hilmar Farid, 49 tahun. Direktur Jendral Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut mengaku masih belum terbiasa dengan rutinitas ala birokrat. “Sekarang kerjaan saya buka- tutup acara,” kata Hilmar, pekan ketiga Juni lalu. Doktor…