KAJIAN KEBUDAYAAN

Kisah Tiga Patung

Jakarta, 28 Desember 1949. Puluhan ribu orang berdesakan di depan istana gubernur jenderal di pusat kota Jakarta, menunggu kedatangan Bung Karno beserta keluarga tiba dari Yogyakarta. Sehari sebelumnya di tempat yang sama, pemerintah Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia Serikat, mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama…

Meronta dan Berontak: Pemuda dalam Sastra Indonesia

Masalahnya, pembentukan ideologi di kalangan anak muda itu kerap diabaikan. Sejarah memotret pemuda sebagai orang yang senantiasa berjuang tanpa pamrih untuk kepentingan bangsa. Sesuatu yang sangat abstrak. Padahal, dalam kenyataan pembentukan ideologi, pemuda sangat konkret dan kompleks. Para peneliti dan politikus lebih memperhatikan hiruk-pikuk partai atau organisasi politik yang berusaha merekrut orang muda untuk masuk ke dalam barisan mereka sebagai onderbouw dan lupa bahwa pemuda juga punya gerak dan agency sendiri yang bisa muncul dengan ekspresi ideologi yang khas. Dalam beberapa momen sejarah pemuda justru muncul sebagai kekuatan penting dan kategori politik yang mandiri, serta berdiri berhadapan dengan kekuatan-kekuatan politik lain.

Sekali Lagi, Politik adalah Panglima

JIKA kita mengikuti diskusi kesenian maka ada kesan bahwa dunia kesenian terbelah ke dalam dua kubu. Mereka yang mengusung konsep ‘seni untuk seni’ dan mereka yang menjunjung ‘seni untuk rakyat’. Kubu yang kedua sering juga dikaitkan dengan konsep ‘politik adalah panglima’. Karena seni mengabdi pada…

Gie Lewat Gie: Mengenang Masa Lalu

Gie adalah sosok penuh kontradiksi. Ia serius, banyak baca buku, senang diskusi dan debat tentang segala hal mulai dari politik sampai film serius seperti Dita Sáxova-nya Antonín Moskalyk. Tapi ia juga betah nongkrong di asrama mahasiswa, ‘ngomong jorok’ dan nonton blue film yang tak berjudul….

Seni Asal Jadi Orde Baru

“Coba sebutkan lima monumen atau patung besar yang dibuat di zaman Soeharto.” Setiap semester saya meminta sekitar 40 mahasiswa senirupa menjawab, dan setiap kali hanya segelintir yang bisa menjawab dengan tepat. Saya heran, bagaimana mungkin mahasiswa senirupa generasi Orde Baru yang setiap hari dituntut bergulat…

Kata Pengantar Realisme Sosialis George Lukacs karya Ibe Karyanto*

Dilihat dari sejarahnya, debat di sekitar sastra sosialis dan realisme sebagai dua konsep yang terpisah sudah muncul sejak pertengahan abad ke-19- Diskusi di sekitar sastra atau seni sosialis muncul bersamaan dengan tumbuhnya ide-ide pembebasan manusia di bawah konsep ‘sosialisme’, mulai dari Saint-Simon, Pierre-Joseph Proudhon sampai Karl Marx dan Friedrich Engels dan berkembang terus seiring dengan tumbuhnya gerakan sosialis di Eropa.(4) Realisme muncul_dari_arah lain sebagai kritik terhadap romantisisme yang mengagung-agungkankemenangan perang termasuk pemusnahan manusianya. Konsep mi berkembang terutama dalam bidang senirupa dan sastra, di bawah seniman-seniman Gustave Courbet, Balzac, Tolstoi dan lain-lain. Dalam studi-studi Lukacs sendiri tentang sastra dan seni, realisme jauh lebih menarik perhatiannya daripada debat seni sosialis yang populer pada zamannya.