SEJARAH

Mencari Indonesia di Papua

Sejarah adalah unsur penting dalam konflik di Papua. Di satu pihak ada klaim bahwa Papua bukan bagian dari Indonesia karena pengalaman sejarahnya sama sekali berbeda. Apalagi selama puluhan tahun di masa Orde Baru, orang Papua mengalami penindasan politik dan pengucilan sosial yang membentuk ”memoria passionis”…

Pengasingan dalam Politik Kolonial

Pada 1 Maret 1942 pasukan Jepang mendarat di Jawa dan seminggu kemudian pemerintah Hindia Belanda menyerah kalah. Beberapa hari kemudian Gubernur jenderal yang terakhir, Tjarda van Starkenborch Stachouwer dan panglima tentara kolonial Jenderal Hein ter Poorten digiring masuk ke kamp tahanan. Pergantian kekuasaan itu terjadi…

Menulis Sejarah Bukan Perkara Mudah

Menulis sejarah bukan perkara mudah. Impian agar sejarawan bisa menghadirkan masa lalu wie es eigentlich gewesen ist (sebagaimana sesungguhnya terjadi) dewasa ini semakin jelas tidak mungkin terwujud. Seandainya ada mesin waktu yang bisa melontarkan kita ke masa lalu pun, sejarah tetap akan dilihat dari perspektif tertentu, dan…

Kata Pengantar Buku “Orang dan Partai Nazi di Indonesia”

DI MASA Orde Baru kalangan aktivis dan juga sebagian ilmuwan sosial – atau kombinasi keduanya – sering menjuluki penguasa dengan sebutan “fasis” atau “neo-fasis.” Walau ketepatan menggunakan istilah yang muncul dari pengalaman politik lain masih dapat diperdebatkan, kemiripan antara Hitler dan Soeharto memang tidak dapat…

Merekam Kekuatan Arus Bawah: Sejarah Lisan di Indonesia

Dalam gerakan LSM atau organisasi buruh di Indonesia sekarang, ada kecenderungan untuk membuat ‘penyadaran’ yang bersifat instant, dengan menjejalkan bermacam informasi tentang masalah perburuhan, kajian ekonomi politik, teori sosial ke dalam benak buruh dengan harapan mendatangkan ‘pencerahan’. Dalam tradisi pendidikan yang tidak demokratik, pengetahuan ‘kritis’ ini pun dicerna dengan cara sama seperti saat menerima wejangan dari tokoh masyarakat: lihai dalam mengulang ‘kata-kata ajaib’ atau ‘mantra politik’, tetapi tidak menjadikannya alat untuk memaknai pengalaman hidupnya sendiri. Sejarah lisan tentu saja tidak mungkin mengganti proses pendidikan semacam itu, tetapi jelas dapat mengurai ruang kesadaran dan pengalaman dari kelas pekerja, serta membantu menerangi tempat gagasan-gagasan baru mengenai perubahan dan perbaikan nasib itu berkembang.

Negara di Indonesia

Dalam beberapa bulan terakhir, timbul perdebatan tentang bentuk negara di Indonesia. Di satu pihak, ada yang berpendapat bahwa bentuk negara kesatuan sudah tidak lagi relevan dengan kondisi masyarakat sekarang. Alasannya, karena kekuasaan yang sentralistik di masa Orde Baru cenderung mempertajam kesenjangan dan ketegangan antara pusat…

Kolonialisme dan Budaya: Balai Poestaka di Hindia Belanda

Pandangan konvensional tentang sejarah kolonial mengabaikan peranan negara dalam perkembangan kebudayaan. Berbeda dengan pandangan tersebut, melalui telaah terhadap Balai Poestaka, tulisan ini berusaha memperlihatkan pengaruh dan keterlibatan negara Hindia Belanda dalam pembentukan budaya dan perkembangan intelektual di Hindia Belanda. Keterlibatan itu tentu tidak terlepas dari…

Pergerakan Dengan Wajah Baru

Historiografi ortodoks melihat pergerakan di Hindia sebagai gerakan di mana sebuah bangsa yang masih belum bernama (yet-nameless nation) bergerak mencapai tujuannya, Indonesia Merdeka. Kecenderungan teleologis seperti ini lalu mencari arti penting seorang tokoh atau sebuah peristiwa dari apa yang terjadi kemudian. Kartini dan Budi Utomo pun muncul sebagai pelopor pergerakan nasional, yang berakhir dengan adanya Sumpah Pemuda dan munculnya PNI (Partai Nasional Indonesia) sebagai wakil gagasan Indonesia Merdeka.