“Indonesia harus mengembangkan kebudayaan yang lebih inklusif. Kebenaran sejarah adalah elemen penting dalam upaya itu. Masa lalu kadang pahit dan menyebabkan luka, tapi bangsa atau komunitas apapun, jika ingin sehat, harus berani melihat luka-luka itu dan menyembuhkannya. Strategi yang ada selama ini adalah menghindar dari kenyataan sejarah. Akibatnya kebudayaan tumbuh seperti api dalam sekam. Di atas permukaan tampak harmonis, tapi di tingkat bawah ketegangannya luar biasa.”