Assalamualaikum Wr. Wb.

Selamat sore, kawan semua.

Pak Jokowi, selamat sore. Selamat datang!!!

Kita ini di panggung penuh, pak. Bukan karena apa-apa, tapi karena semangat kita menggebu mendukung terpilihnya Presiden RI yang ke-7.

Ini hadir di sini semua teman-teman relawan dari macam-macam tempat yang siang malam bekerja untuk menjamin, mengawal suara kita untuk memastikan hak kita untuk mendapatkan pemimpin yang merakyat terwujud. Dan sekarang dengan adanya keputusan dari KPU, maka harapan kita sudah terwujud.

Pak Jokowi berasal dari rakyat, anak rakyat seperti kita, maka sudah sepatutnya bahwa pemerintahan ke depan betul-betul mengabdi pada kepentingan rakyat. Setuju?

Saya akan membacakan maklumat ini, yang disusun oleh semua teman-teman relawan yang ada.

MAKLUMAT RAKYAT KEPADA PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN BARU: IR. H. JOKO WIDODO DAN HAJI MUHHAMAD JUSUF KALLA

Pada 22 Juli 2014 Komisi Pemilihan Umum menetapkan Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih. Pemilihan presiden 2014 ini adalah peristiwa politik yang luar biasa. Tidak pernah sebelumnya kita melihat antusiasme yang begitu besar dari masyarakat dalam pemilihan umum. Dan ini tidak lain karena kami melihat ada pemimpin baru yang merakyat dan berbeda dari kepemimpinan yang ada sejak Orde Baru sampai masa Reformasi. Proses pemilihan itu sendiri adalah tanda tumbuhnya kesadaran baru sebagai warga negara, lengkap dengan hak dan kewajibannya membangun dan merawat negeri ini. Proses pemilihan itu sendiri menjadi tanda bahwa Revolusi Mental telah dimulai.

Sejak awal ditetapkan sebagai calon presiden dan wakil presiden, Jokowi dan Jusuf Kalla menegaskan bahwa pemerintahan di masa mendatang akan dibentuk bukan dengan dasar transaksi atau tawar-menawar politik. Pemerintahan yang baru akan sepenuhnya berlandaskan pada profesionalisme, integritas, komitmen akan perubahan dan partisipasi luas dari semua unsur masyarakat. Para pejabatnya bukanlah bagian dari masa lalu yang kelam. Mereka haruslah bersih dari kasus korupsi, harus bersih dari pelanggaran hak asasi manusia dan perusakan lingkungan hidup. Mereka seyogyanya memiliki rekam jejak yang jelas dalam mengawal Reformasi selama ini.

Hanya dengan pemerintahan seperti inilah Jokowi dan Jusuf Kalla akan dapat melaksanakan visi-misi kepemimpinan mereka yang telah digariskan dalam Nawa Cita:

1. Menghadirkan kembali negara untuk melindungi segenap bangsa dan memberikan rasa aman pada seluruh warga negara, menjamin hak asasi manusia, dan juga menyelesaikan pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu.

2. Membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, profesional, demokratis dan terpercaya, dan menuntaskan kasus-kasus korupsi tanpa pandang bulu.

3. Membangun Indonesia dari pinggir dengan memperkuat batas negara, daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

4. Melakukan reformasi sistem dan penegakan hukum yang bebas korupsi, bermartabat dan terpercaya.

5. Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan mendorong reforma agraria dan menjaga keselamatan lingkungan hidup.

6. Meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

7. Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

8. Melakukan revolusi karakter bangsa melalui kebijakan penataan kembali kurikulum pendidikan nasional dengan mengedepankan aspek pendidikan kewarganegaraan.

9. Memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia.

Bapak Presiden, kami sadar sepenuhnya bahwa semua ini hanya dapat dicapai jika Jokowi dan Jusuf Kalla bekerjasama erat dengan semua lapisan masyarakat. Dan kami para relawan yang berkesadaran penuh bahwa pemilihan presiden ini bukan sekadar pergantian kepemimpinan nasional, tapi sebuah awal bagi perubahan yang nyata, berkomitmen untuk mengawal kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla untuk mewujudkan agenda rakyat di atas.

Jakarta, 22 Juli 2014

Jadi inilah maklumat kami, Pak Presiden. Ketika nanti Pak Presiden kadang-kadang lelah di kantor, ingatlah yang ada di hadapan bapak di sini, ini yang akan mendukung dan mengawal program bapak untuk melaksanakan program-program ke depan!

*Maklumat ini dibacakan oleh Hilmar Farid pada 24 Juli 2014 dalam acara Syukuran Kemenangan Jokowi-JK di Tugu Proklamasi, Jakarta.